Harga Emas dan Perak Jakarta

Minggu, 09 Juni 2013

Makalah Flu Burung

PENDAHULUAN
Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas baik berupa burung, bebek, ayam, serta beberapa binatang lain seperti babi. Data lain menunjukkan penyakit ini dapat juga mengena pada puyuh dan burung unta. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.
Pada Januari 2004, di beberapa propinsi di Indonesia terutama Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Barat dilaporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa. Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh karena virus new castle, namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1.541.427 ekor).
Kehebohan itu bertambah ketika wabah tersebut menyebabkan sejumlah manusia juga meninggal. Pada tanggal 19 Januari 2004, pejabat WHO mengkonfirmasikan lima warga Vietnam tewas akibat flu burung. Sementara itu di negara Thailand sudah enam orang tewas akibat terserang flu burung, seorang remaja berusia 6 tahun dipastikan menjadi orang Thailand pertama yang dikonfirmasi tewas akibat wabah tersebut. Seorang Epidemiologis dari Pusat Pengawasan Penyakit Dr. Danuta Skowronski, mengatakan bahwa 80% kasus flu burung menyerang anak-anak dan remaja. Tingkat kematian akibat flu burung sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian atas 10 orang yang terinfeksi virus flu burung di Vietnam, WHO menemukan bahwa dari 10 orang yang terinfeksi 8 orang yang meninggal, seorang sembuh dan seorang lagi dalam kondisi kritis.
Bila kita bandingkan dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) Penyakit flu burung ini lebih sedikit kasusnya hanya 25 kasus di seluruh dunia dan yang meninggal mencapai 19 orang (CFR=76%). Sedangkan pada penyakit SARS dari 8098 kasus yang meninggal hanya 774 orang (CFR = 9,6%).












PEMBAHASAN
A.     Pengertian
Flu burung atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan avian flu atau avian influenza (AI) adalah penyakit menular yang disebabkan virus influenza A sub tipe H5N1 yang biasanya menyerang unggas tetapi juga dapat menyerang manusia. Virus ini termasuk family Orthomyxoviridae dan memiliki diameter 90-120 nanometer. Virus avian influenza ini menyerang alat pernapasan, pencernaan dan system saraf pada unggas.
Secara normal, virus tersebut hanya menginfeksi ternak unggas seperti ayam, kalkun dan itik, akan tetapi tidak jarang dapat menyerang spesies hewan tertentu selain unggas misalnya baabi, kuda, harimau, macan tutul dan kucing. Walaupun hampir semua jenis unggas dapat terinfeksi virus yang terkenal sangat ganas ini, tetapi diketahui yang lebih rentan adalah jenis unggas yang diternakkan secara massal.

B.      Ciri Virus
Virus influensa pada manusia dan binatang ada beberapa tipe yaitu tipe A, tipe B dan Tipe C. Pada manusia virus A dan virus B dapat menjadi penyebab wabah flu yang cukup luas, sementara virus C menyebar secara periodic, ringan dan tidak menyebabkan wabah. Virus influensa tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemic dan pandemi.
Virus A mempunyai permukaan yang terdapat dua glikoprotein, yaitu hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Untuk mengklasifikasikannya secara rinci, maasing-masing tipe virus itu dibagi lagi menjadi subtipe berdasarkan kelompok H dan N, yaitu H1 sampai H15 dan N1 sampai N9. Perbedaan H merupakan dasar subtype. Influensa pada manusia sejauh ini disebabkan virus H1N1, H2N2 dan H3N2 serta virus avian H5N1, H9N2 dan H7N7.
Strain  yang  sangat  virulen atau ganas  dan  menyebabkan  flu  burung  adalah dari subtipe A  H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220  C  dan  lebih  dari  30  hari  pada  00  C.  Virus  akan  mati  pada  pemanasan  600  C selama  30  menit  atau  560  C  selama  3  jam
C.        Jalur Penularan
Virus Avian Influenza (AI) ditularkan melalui air liur, ingus, dan kotoran unggas. Penularan pada manusia terjadi karena kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi virus tersebut. Selain itu, dapat terjadi melalui kendaraan yang mengangkut binatang itu, kadang, alat-alat peternakan, pakan ternak, pakaiaan, tinja ternak dan sepatu para peternak yang langsung mengenai unggas yang sakit, juga pada saat jual-beli ayam hidup dipasar, dan mekanisme lainnya.
Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui udara (air borne) dan melalui kontak langsung dengan unggas sakit atau kontak dengan bahan bahan infeksius seperti tinja, urin, dan sekret saluran napas unggas sakit.
Penularan antar ternak unggas
Seekor unggas yang terinfeksi virus H5N1 akan menularkannya dalam waktu singkat. Jika semua unggas peliharaan memiliki daya tahan yang bagus maka infeksi tidak akan menyebabkan kematian, dengan kata lain virus tidak aktif. Sebaliknya, jika kondisi unggas berada dalam kondisi buruk maka flu burung dapat mematikan.
Secara singkat, penyakit flu burung dapat ditularkan dari unggas ke unggas lain atau dari peternakan ke peternakan lainnya dengan cara sebagai berikut:
·         Kontak langsung dari unggas terinfeksi dengan hewan yang peka.
·         Melalui lendir yang berasal dari hidung dan mata.
·         Melalui kotoran (feses) unggas yang terserang flu burung.
·         Lewat manusia melalui sepatu dan pakaian yang terkontaminasi dengan virus.
·         Melalui pakan, air, dan peralatan kandang yang terkontaminasi.
·         Melalui udara karena memiliki peran penting dalam penularan dalam satu kandang, tetapi memiliki peran terbatas dalam penularan antar kandang.
·         Melalui unggas air yang dapat berperan sebagai sumber (reservoir) virus dari dalam saluran intestinal dan dilepaskan lewat kotoran.

Penularan dari ternak ke manusia
Faktor yang memengaruhi penularan flu burung dari ternak ke manusia adalah jarak dan intensitas dalam aktivitas yang berinteraksi dengan kegiatan peternakan. Semakin dekat jarak peternakan yang terkena wabah virus dengan lingkungan manusia maka peluang untuk menularnya virus bisa semakin besar. Penularan virus ke manusia lebih mudah terjadi bila orang tersebut melakukan kontak langsung dengan aktivitas peternakan.Orang yang mempunyai risiko tinggi terserang flu burung adalah pekerja peternakan unggas, penjual, penjamah unggas, sampai ke dokter hewan yang bertugas memeriksa kesehatan ternak di peternakan.
Penularan antar manusia
Penularan flu burung antar manusia belum dapat dibuktikan, tetapi tetap perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan virus cepat bermutasi dan beradaptasi dengan manusia sehingga memungkinkan adanya varian baru dari virus flu burung yang dapat menular antar manusia.


D.        Gejala
Secara umum pada masa inkubasi, antara mulai tertular dan timbulnya gejala, adalah sekitar tiga hari. Sementar, dalam kepustakaan dinyatakan, masa infeksius pada manusia adalah satu hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Samentara pada anak bisa sampai 24 hari.Gejala manusia yang tertular flu burung pada dasarnya sama dengan flu umumnya, hanya saja berpotensi menjadi berat dan fatal. Gejalanya antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri sendi sampai infeksi selaput mata.
Jika keadaannya makin memburuk, maka dapat terjadi severe respiratory distress yang di tandai dengan sesak nafas hebat, rendahnya kadar oksigen darah serta meningkatnya kadar CO2. Ini terjadi karena infeksi flu menyebar ke paru dan menimbulkan radang paru (pneumonia) yang dapat disebabkan oleh virus AI atau bakteri. Kemudian masuk ke saluran napas dan menginfeksi paru yang sedang sakit akibat virus flu burung.
Laporan dari kasus yang terjadi pada tahun 1999 menunjukkan adanya variasi gejala berupa demam sekitar 390C, lemas, sakit tenggorok, sakit kepala, tidak nafsu makan, muntah dan nyeri perut, serta diare. Hanya saja, kesepuluh pasien flu burung di Vietnam tahun 2004, tidak seorang pun yang mengeluh sakit tenggorok dan pilek. Agak aneh memang. Juga tidak ada keluhan radang selaput mata dan bercak kemerahan pada pasien.
Secara khusus, gejala flu burung dibedakan atas :
Flu burung pada ternak
Gejala klinis flu burung pada unggas mirip dengan gejala newcastle disease, atau di indonesia disebut penyakit tetelo atau pileren yang disebabkan oleh paramyxovirus. Gejala Klinis ternak unggas yang terinfeksi flu burung sebagai berikut:
o   Jengger, pial, dan kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu bewarna biru keunguan.
o   Pembengkakan di sekitar kepala dan muka.
o   Ada cairan yang keluar dari hidung dan mata.
o   Perdarahan di bawah kulit (subkutan)
o   Perdarahan titik (ptechie) pada daerah dada, kaki, dan telapak kaki.
o   Batuk, bersin, ngorok.
o   Diare.
o   Tingkat kematian tinggi.
Flu burung pada manusia
Orang yang terserang flu burung menunjukkan gejala seperti terkena flu biasa, tetapi kerena keganasan virusnya menyebabkan flu ini juga ganas.Virus influenza biasanya menimbulkan penyakit yang ringan. Tetapi virus flu burung ini sangat ganas dan dapat menyebabkan kematian dalam satu minggu. Orang yang terkena flu burung mengalami kenaikan suhu tubuh sampai 39C, sakit tenggorokan, batuk, sesak napas dan mengeluarkan lendir bening dari hidung. Kondisi ini dapat diikuti dengan penurunan daya tahan tubuh yang sangat cepat karena biasanya penderita tidak memiliki nafsu makan, diare dan muntah.
Dalam waktu singkat gejala gejala tersebut dapat menjadi lebih berat dengan terjadinya peradangan di paru (pneumonia). Apabila tidak dilakukan penanganan yang baik pada pasien maka dapat menyebabkan kematian.

E.        Pencegahan
Kebiasaan pola hidup sehat tetap memegang peranan penting dalam pencegahan. Untuk flu adalah tetap menjaga daya tahan tubuh, makan yang seimbang dan bergizi, istirahat dan olahraga teratur. Kebiasaan mencuci tangan secara teratur. Secara umum pasien influenza sebaiknya istirahat, banyak minum dan makan bergizi.Sampai kini belum ada vaksin untuk menangkal flu burung pada manusia walau ada berbagai jenis vaksin influenza, tetapi vaksin tersebut dibuat untuk mencegah flu biasa bukan mencegah flu burung.
World Health Organization (WHO) menyatakan, secara umum prinsip-prinsip kerja yang higienis seperti mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri bila diperlukan merupakan upaya yang harus dilakukan oleh mereka yang kontak dengan ternak. Karena telur juga dapat tertular, penanganannya kulit telur dan telur mentah juga perlu diperhatikan. WHO juga menyatakan, dengan memasaknya seperti yang biasa kita lakukan selama ini, virus flu burung akan mati. Ada anjuran: daging, daging unggas harus dimasak sampai suhu 700C atau 800C selama sedikitnya satu menit. Kalau kita menggoreng atau merebus ayam di dapur misalnya, tuntu lebih dari itu suhu dan lamanya memasak. Artinya aman mengkonsumsi ayam atau unggas lainnya asal telah dimasak dengan baik.
Flu burung yang mana belum ada obat atau vaksinnya, maka upaya yang dilakukan hanya bersifat pencegahan dan pertolongan pertama. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pencegahan luar dan dalam tubuh.
1). Pencegahan Luar
Pencegahan luar bertujuan untuk mencegah penularan dari lingkungan agar tidak masuk ke dalam tubuh. Tindakannya adalah:
o   Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari unggas harus menggunakan pelindung.
o   Memusnahkan unggas yang terkena flu burung.
o   Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.
o   Tidak mengkonsumsi produk unggas dari peternakan yang terkena wabah flu burung.
o   Tetap terapkan pola hidup sehat.
2). Pencegahan Dalam
Pencegahan dalam dilakukan dengan mengonsumsi obat dan makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Obat yang direkomendasikan untuk mencegah terinfeksi flu burung adalah obat antiviral misalnya amantadine dan rimantadine dan penghambat neurominidase misalnya oseltamivir dan zanimivir.
Obat ini digunakan dalam pencegahan dan pengobatan influenza di beberapa Negara dan diperkirakan dapat juga mengatasi penyakit flu burung.
Mengkonsumsi makanan yang banayak mengandung serat dan kandungan antioksidan tinggi seperti buah dan sayuran.
Dengan melaksanakan upaya pencegahan diatas diharapkan kita semua dapat terhindar dari penyakit flu burung ini.

F.               Pengobatan
Pengobatan flu burung pada ternak
Virus flu burung yang dapat menyerang pada hewan saat ini belum diketahui obat maupun vaksin yang tepat untuk mengobatinya. Pemberian obat maupun vaksin dilakukan lebih ke arah pencegahan supaya tidak menular kepada hewan lain maupun manusia di sekitarnya. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam penanggulangan pengobatan flu burung antara lain sebagai berikut:
1.      Biosekuriti
Disebut juga keamanan hayati, yaitu perlakuan yang ditujukan untuk menjaga keamanan hayati demi pemeliharaan kesehatan dan memperkecil ancaman terhadap individu yang dilindungi. Usaha ini antara lain:
a.    Membatasi secara ketat lalu lintas unggas atau ternak, produk unggas, pakan, kotoran, bulu, dan alas kandang.
b.   Membatasi lalu lintas pekerja atau orang dan kendaraan keluar masuk peternakan.
c.    Peternak dan orang yang hendak masuk peternakan harus memakai pakaian pelindung seperti masker, kaca mata plastik, kaos tangan, dan sepatu.
d.   Mencegah kontak antara unggas dengan burung liar.
2.      Depopulasi
Depopulasi adalah tindakan pemusnahan unggas secara selektif di peternakan yang tertular virus flu burung. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas. Cara pemusnahan unggas yang terinfeksi virus flu burung adalah menyembelih semua unggas yang sakit dan yang sehat dalam satu kandang (peternakan). Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara disposal, yaitu membakar dan mengubur unggas mati, sekam dan pakan yang tercemar, serta bahan dan peralatan yang terkontaminasi.
3.      Vaksinasi
Dilakukan pada semua jenis unggas yang sehat di daerah yang telah diketahui ada virus flu burung. Vaksin yang digunakan adalah vaksin inaktif (killed vaccine) yang resmi dari pemerintah.

Pengobatan flu burung pada manusia
Flu burung pada manusia belum ada obatnya. Meskipun tidak semua penderita mengalami kematian, flu burung tetap harus diwaspadai karena dikhawatirkan virus ini akan mengalami mutasi menjadi lebih ganas. Berikut ini beberapa tindakan untuk mewaspadai flu burung:
Berolahraga secara teratur, sehingga fisik sehat.
Makan makanan yang bergizi, agar dapat menyuplai energi untuk pembentukan kekebalan tubuh yang optimal.
Mengkonsumsi produk unggas yang benar-benar sudah matang.
Hindari berkunjung ke peternakan.
Seringlah mencuci tangan dan hindari meletakkan tangan di hidung dan mulut.
Membiasakan hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan.
Cukup istirahat.
Jika ada yang terkena flu burung di sekitar kita maka langkah yang dapat diambil adalah:
Tidak panik, tapi tetap waspada.
Membawa penderita ke dokter atau rumah sakit terdekat.
Melaporkan pada pihak terkait, seperti Dinas Peternakan atau Dinas Kesehatan setempat supaya ditindaklanjuti.
Tidak mengucilkan keluarga penderita karena keluarga penderita belum tentu tertular. Selain itu belum ada bukti bahwa flu burung menular antar manusia.
Penanggulangan di rumah sakit :
Penderita dirawat di ruang isolasi selama 7 hari (masa penularan).
Oksigenasi, dengan mempertahankan saturasi O2 > 90 %
Hidrasi
Antibiotika, anti inflamasi , obat –obatan imunomodulator
Terapi simptomatis untuk gejala flu, seperti analgetika atau antipiretika, mukolitik, dekongestan. 





















PENUTUP
A.     Kesimpulan
Flu burung  (avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influensa yang ditularkan oleh unggas. Virus influensa terdiri dari beberapa tipe, antara lain tipe A, tipe B dan tipe C. Influensa tipe A terdiri dari beberapa strain, antara lain H1N1, H3N2, H5N1 dan lain-lain. Influensa A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung di Hongkong, Vietnam, Thailand, dan Jepang. Di Vietnam dan Thailand juga menyerang pada manusia dengan delapan kasus diantaranya meninggal.

B.     Kritik Dan Saran
Kami sadar atas keterbatasan pengetahuan kami. Untuk itu besar harapan bagi kami atas kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah ini.











DAFTAR PUSTAKA
Akoso, Budi Tri. 2006. Waspada Flu Burung. Penerbit Kanisius : Yogyakarta.
 Irianto, K., 2007. Mikrobiologi, Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid I, Yrama Widya. Jakarta.
Soejoedono, D. Retno. 2006. Flu Burung. Penerbit Swadaya : Depok.
Pustaka Internet
 http://febrillahsubdhi.blogspot.com

Rabu, 29 Mei 2013

Pencegahan Penyakit Pada Kerbau


Untukmenjagakesehatanternakkerbau, kitaharusmelakukanpemeliaraandenganteraturterutamadalammenjagakebersihanlingkungankandang, pemberianpakansecarateratur, sertaternakkerbauharusdijagakesehatannyadenganmelakukanvaksinasisecarateraturdanselalumenjagakebiasaanternakkerbauberkubangdalamlumpur.Beberapapenyakit yang biasamenyerangternakkerbauadalahsebagaiberikut:

1. HaemorrhagicSepticaemia (Pasteurilosis), penyakitinidisebabkanolehjasadrenikPasteurellamultocida, bilamenyerangternakkerbausangatganas, dapatmenimbulkankematian, danseringpenyakitinidisebutpenyakitternakkerbau. Akibatdaripenyakitinipadatahun 1998 di Indonesia, dilaporkanterjadikematianternakkerbaumencapai 6.000 ekor.Gejalaklinikdaripenyakitiniterjadikenaikansuhubadansecaratiba-tibamencapai 42 derajatcelsius, air ludahberlebihan, depresi yang parahdandalamwaktu 24 jam menimbulkankematian.Kerbau yang terserangumumnyapadabagian dada, tenggorokandantulangbelikatterasapanas.Pengobatandapatdilakukandengansenyawasulfonadinamida yang dicampurdenganantibiotikasepertioksitetrasiklin.Sebagaicontohdenganpemakaian 30 ml Na sulfonadinamida (33,3 % larutan) tiap 45,5 kg beratbadan. Kebanyakanpenyakitiniolehpeternakseringdilaporkanpadamalamhari di musimhujan yang dingin.Penyakitiniterjadisepanjangtahun.Untukmenjagakesehatanternakkerbau, supayajanganterserangolehpenyakitiniharusdilakukanvaksinasi.Vaksinasidaripenyakitiniada 3 macamyaitu (a) borthbacterin (bakteripada sari daging) (b) alum precipitatedan (c) oil-adjuvant vaccines.

2. PenyakitMulutdan Kuku (PMK), penyakitinihampirmenyerangkeseluruhdunia, kecuali Australia, Trinidad danbeberapatempat di Eropa.Padatahun 2001 penyakitinimenyerangsangatluas di InggerisdanPerancis, sehinggaterjadipembunuhanternaksecaramasal.Penyakitinidisebabkanoleh virus, danditandaidengandemandanpenampilankakupadamulutdan kuku. Padaumumnyaternakkerbausangatmudahterserang PMK sehinggamenyebabkandiare, kerbauperahakanturunproduksinyasampai 30 %. Ternakkerbau yang terserang PMK, selama 10 hariataulebihtenagakerjanyaakansemakinmenurun, tetapitidakmenularketernakkerbau yang lain. Pengobatanpenyakit PMK secaratradisional di Indonesia denganmenggunakanbuahasamjawa yang diambilsarinya, yang berfungsisebagaizatmenciutkan (astrigent juice).Disampingmenggunakanasamjawa, pengobatanpenyakit PMK dapatjugadilakukandenganmenggunakangaramgosokataucampurangaramdenganubikayu.

3. PenyakitKembungPerut (Bloat), penyakitkembungperutdiartikansebagaipenggelembungan rumen danretikulumsecaraberlebihanakibatpengaruh gas hasilfermentasidarikarbohidrat yang berasaldaripakan yang dimakannyasecaracepat, karenadarisejumlahbesarasamlaktat yang terbentuk, akibatdari pH rumen menjadisangatasam, sehinggamengakibatkantekananmenjadimeningkat. Penyebatdari Bloat inidisebabkankarenaternakkerbau yang digembalakanpadapadangpenggembalaan yang banyakmenanamkacang-kacangan.Ternakkerbauperahlebihmudahterserang bloat dibandingkandenganternakkerbaupedaging. Padamusimpenghujanternakkerbaukurangterserang bloat, karenarumputtumbuhnyalebihcepatdibandigkandengantumbuhnyakacang-kacangan.Pencegahanpenyakit bloat dapatdilakukandenganmenghentikanpemberianpakanbutirandankosentrat, sertaharusmenyediakan air minumsecaraterusmenerus. Pengobatanpenyakit bloat inidapatdilakukandengan (a) daunkelapatuadancairandaunkelapatuamelaluimulutsebanyak 1 kg; (b) ternakkerbaudiajaklariselama 30 menitsebanyak 3-4 kali sehariuntukmeransang rumen; (c) pemberian hot saline atausabunurus-urus; (4) pemberianlarutanasamasetatsebanyak 0,5 – 1 liter melaluimulut.

4. PenyakitAntrax, penyakitinimerupakanpenyakit yang menularkepadamanusiadansangatberbahaya. Ternakkerbau, sebagaimanaternakruminansialainnyamudahterinfeksioleh Bacillus anthracis.Padanegara yang sedangberkembangkasuspenyakitantrax yang menularkankepadamanusiasangattinggi, karenadisebabkanoleh: (a) kegagalandalammemastikandanmelaporkanpenyakitini, setelahterjaditindakanakut, (2) kecendrunganuntuksegeramemotongternak yang terserangolehpenyakitdandibagikanuntukdimakan, (3) kecendrunganmemanfaatkankulitternak yang terserangpenyakitantraks, (4) penguburanternak yang matiolehpenyakitiniterlaludangkal. Diharapkansemua yang berhubungandenganpenyakitantraksharusdibakar.Penularandaripenyakitantraksmelaluiserangga, terutamaserangga yang hiduppadaternak.Serangandaripenyakitantraksmenimbulkankematiansecaratiba-tibatanpaadagejalaklinis yang memadai, tetapigejala lain adalahhewan/ternakakantimbuldeman, ototbergeraksendiri, jatuhdankeluardarahdarimulut, anus, vulva, telingadansuhubadanmeninggisampai 42 derajatcelsius.

5. Penyakit Tuberculosis, penyakitiniseringmenyerangkerbau yang diperah, karenaseringdikandangkan. PenyakitinidisebabkanolehjasadrenikMycobateriumtubercolosis .Tandaumumdariternakkerbau yang diserangolehpenyakittubercolosisadalahternakkerbaumenjadimalas, suhutubuhnaikturun, nafsumakanturun, batukkering, kerbauakandiare,.Jikabakterisudahsampaikeambing, ambingakanmembengkakdan air susu yang dihasilkanencerseperti air. Lama penyerangandaripenyakit tuberculosis bisaberbulan-bulanbahkansampaibertahun-tahun. Pencegahanpenyakit tuberculosis dapatdilakukandenganpemakaian anti biotiksecaratepat.

6. PenyakitSarcoptic Mange, penyakitinidisebabkanolehcaplakjenisSacopticscabaelivarbabulus. Tandadarikerbau yang terkenapenyakitiniterdapatluka di leher, sepanjangbagianperut, denganlukapadamulanyakeciltetapimakin lama makinbesardanmengeropeng.Padatingkatlanjut, keropengtersebutsemakinmembesardankulitmenebaldanpadaakhirnyaternakkerbausemakinmelemahdantidakbersemangat.Dari hasillaporanbahwapenyakitiniseringterjadidiwaktumusimkemarau, karenaternakkerbaujarangdigunakansebagaitenagakerja.Penanggulanganpenyakitinidilakukanden
ganmenghilangkancaplakmelaluipenyemprotandenganinsektisidasecaramemadai.

7. PenyakitSiphonaExigua, adalahsejenispenyakitkulit yang disebabkanolehserangga yang menggunakankerbausebagaiinangnya. Kerbaulebihmenderitadibandingkandenganternaklainnya, karenaberkurangnyadarah yang disebabkanolehgigitanserangga.Penanggulangannyadenganmembasmiseranggasecaraseksama.


8. Penyakit Mastitis, penyakitinilebihbanyahmenyerangkerbauperah, yang disebabkanolehbakteriSagalactiaedyglactiae, Sagalactiaefaecalis, Sagalactiaeuberis. Dan jugaolehbakteri Staphylococcus aureus, E choli, Corynebacteriumpyogenes, M. Tubercolosis, Psedomonassp, Mycoplasma, danBaccillus sp. Tandadariternakkerbau yang terserang Mastitis, terjadinyapembengkakandenganwarnakemerah-merahanpadaambing, sehinggasusumenjadiencerdanbergumpal. Untukmengatasipenyakit mastitis, lakukanlahpemerahandenganbaikdanhati-hatidanputingsusudibersihkansetelahdilakukanpemerahan. Bilasudahterserangpenyakit mastitis harusdilakukanpengobatandenganmenggunakanpenisilin, tetrasiklin, sulfonadinamiddanstreptomysingunauntukmenghilangkanmikrobapenyebab mastitis.Dalampemakaianobat-obattersebutsusukerbauperahdilarangdikonsumsiolehmanusiaselama 5 sampai 7 hari.

Beberapa Jenis Sapi

I. Pendahuluan.
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil. 
II. Penggemukan
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah : 
1. Jenis-jenis Sapi Potong.
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah : 
A. Sapi Bali.
Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru. 
B. Sapi Ongole.
Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah. 
C. Sapi Brahman.
Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia. 
D. Sapi Madura.
Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah. 
E. Sapi Limousin.
Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik 
2. Pemilihan Bakalan.
Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan. Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah : 
  • Berumur di atas 2,5 tahun.
  • Jenis kelamin jantan.
  • Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
  • Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
  • Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
  • Kotoran normal

Sapi Limousin merupakan salah satu jenis dari sapi potong keturunan Bus taurus yang berhasil dijinakkan dan dikembangbiakkan di Prancis. Sapi ini pertama kali ditemukan di kota Limous letaknya diLascaux cave, Prancis. Sapi ini dapat beradaptasi pada berbagai kondisi yang kritis pada musim dingin, mempunyai karakter keindukan, daya hidup tinggi dan mudah dipelihara seperti sapi potong pada umumnya, sapi ini termasuk sapi yang berbadan besar, tinggi 1,5 meter. Sapi Limousin mempunyai bulu yang sangat tebal dan kompak memutupi seluruh tubuhnya, sapi ini juga bisa digunakan sebagai sapi pekerja untuk pertanian karena kekuatan dan kecepatannya dalam pengolahan tanah, lama pemeliharaan bisa mencapai 6-7 anak sampai umur 9 tahun dan bangsa sapi ini sudah banyak diekspor ke berbagai negara (Anomim, 2006).

Bangsa sapi Limousin memiliki warna mulai dari kuning sampai merah keemasan, tanduknya berwarna cerah, bobot lahir tergolong kecil sampai medium yang berkembang menjadi golongan besar pada saat dewasa, betina dewasa dapat mencapai 575 kg sedangkan pejantan dewasa mencapai berat 1100 kg. Fertilitasnya cukup tinggi, mudah melahirkan, mampu menyusi dan mengasuh anak dengan baik serta pertumbuhannya capat (Blakely dan Bade, 1994).

Sapi tipe potong adalah sapi-sapi yang mempunyai kemampuan untuk memproduksi daging dengan cepat, pembentukan karkas baik dengan komposisi perbandingan protein dan lemak seimbang hingga umur tertentu. Sapi potong pada umumnya mempunyai ciri-ciri :
• Bentuk tubuh yang lurus dan padat
• Dalam dan lebar,
• Badannya berbentuk segi empat dengan semua bagian badan penuh berisi daging.
Sapi-sapi yang termasuk dalam tipe sapi potong diantaranya : Sapi Brahman, Sapi Ongole, Sapi Sumba Ongole (SO), Sapi Hereford, Sapi Shorthorn, Sapi Brangus, Sapi Aberden Angus, Sapi Santa Gartudis, Sapi Droughtmaster, Sapi Australian Commercial Cross, Sapi Sahiwal Cross, Sapi Limosin, Sapi Simmental, Sapi Peranakan Ongole.

Sapi Limousine merupakan keturunan sapi eropa yang berkembang di Perancis. Tingkat pertambahan badan yang cepat perharinya 1,1.kg. Contoh sapi Limousine tertera pada gambar 15. Ukuran tubuhnya besar dan panjang serta dadanya besar dan berdaging tebal. Bulunya berwarna merah mulus. Sorot matanya tajam, kaki tegap dengan warna pada bagian lutut kebawah berwarna terang. Tanduk pada sapi jantan tumbuh keluar dan agak melengkung. Bobot sapi jantan 850 kg dan betina 650 kg.
dengan pola daging yang ekstrim. Sapi yang asli badannya besar dengan tulang iga dangkal, tetapi akhir-akhir ini ukuran sedang lebih disenangi. Sapi jantan beratnya 1000 sd 1400 kg, sedang betina 600-850 kg. masa produktif sapi betina antara 10-12 tahun.
Sapi Simental dikembangkan Indonesia tahun 1985 melalui semen beku yang dikawinkan dengan sapi PO. Anak sapi yang berumur 2 bulan pertumbuhannya pesat sekali. Sapi berumur 23 bulan dapat mencapai bobot 800 kg dan pada umur 2,5 tahun mencapai 1.100 kg. Di Jawa sapi Simental dikawinkan dengan sapi Friesian Holstein, untuk mendapatkan sapi yang performasinya lebih baik. Perkawinannya dilakukan dengan cara IB, dimana semen yang di pilih sudah diketahui jenis kelaminnya. Anak simental yang dikehendaki adalah yang jantan, karena jika betina produksi susunya dan dagingnya kurang baik.
A. Sapi Limousin (Diamond Limousine)
  • Sapi Limousin/ Sapi Diamond Limousine (termasuk Bos Taurus), dikembangkan pertama di Perancis, merupakan tipe sapi pedaging dgn perototan yg lebih baik dibandingkan Sapi Simmental. Ciri-cirinya secara genetik Sapi Limousin adalah sapi potong yg berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yg besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yg sebenarnya) yg tinggi & metabolic rate yg cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan lebih teratur.
  • Jenis limousin ini merupakan salah satu yg merajai pasar sapi di Indonesia & merupakan sapi primadona untuk penggemukan, karena perkembangan tubuhnya termasuk cepat, bisa sampai 1,1 kg/hari saat masa pertumbuhannya. Sapi lainnya yg juga merajai pasar-pasar sapi adalah Sapi PO & Sapi Bali

Sapi Limousin kadang disebut juga Sapi Diamond Limousine (termasuk Bos Taurus), dikembangkan pertama di Perancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dibandingkan Sapi Simmental.

Secara genetik Sapi Limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan lebih teratur.

Sapi jenis limousin ini merupakan salah satu yang merajai pasar-pasar sapi di Indonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan, karena perkembangan tubuhnya termasuk cepat, bisa sampai 1,1 kg/hari saat masa pertumbuhannya.
Sapi lainnya yang juga merajai pasar-pasar sapi adalah Sapi PO dan Sapi Bali.
Sapi jenis limousin ini SUDAH diternakkan di DOMPI.